4 Cara Mendeteksi Orang Berbohong

Diposting oleh : naiys malik | Dirilis : September 06, 2019 | Series :


Halo Sobat Naiy. Siapa sih yang gapernah berbohong? pasti semua pernah ngelakuinnya ya, walaupun itu kecil. Nah, kesempatan kali ini Naiy akan membagikan tips cara mengetahui seseorang itu berbohong atau tidak. Yuk lansung simak beberapa tips di bawah ini.

1. Mendeteksi kebohongan dari wajah dan mata.
- Perhatikanlah ekspresi mikro seseorang. Ekpsresi mikro adalah ekspresi wajah yang terlihat sekilas pada wajah seseorang dan mengungkap emosi sebenarnya di balik suatu kebohongan.
- Perhatikan hidung yang disentuh dan mulut yang menutup.
- Perhatikan gerakan mata seseorang. Biasanya kebohongan bisa ditandai berdasarkan gerakan mata saat seseorang sedang mengingat-ingat sesuatu atau mengarang cerita.
- Jangan gunakan kontak mata atau ketiadaan kontak mata sebagai satu-satunya indikator kejujuran.


2. Mendeteksi Kebohongan dalam respon verbal
- Perhatikan suaranya.
- Perhatikan detail yang berlebihan. Terutama jika seseorang berbicara terlalu banyak.
- Berhati-hatilah dengan respon emosional yang impulsif. Waktu dan durasi cenderung hilang dari penjelasan ketika seseorang sedang berbohong.
- Perhatikan baik-baik reaksi seseorang terhadap pertanyaan Anda.
- Sadarilah penggunaan kata-kata seseorang.
- Perhatikan ketika seseorang mengulang kalimat. Jika seseorang hampir selalu menggunakan kata-kata yang sama persis, maka kemungkinan ia sedang berbohong.
- Perhatikan lompatan di pertengahan kalimat.


3. Mendeteksi Kebohongan Lewat Gerakan-gerakan Bahasa Tubuh
- Amati saat berkeringat.
- Perhatikan saat seseorang mengangguk. Jika ia mengangguk atau menggeleng sebagai kebalikan dari apa yang sedang dikatakan, hal ini bisa menjadi tanda kebohongan.
- Perhatikan gerak-gerik yang tidak bisa diam.
- Amatilah tingkat peniruan perilaku.
- Perhatikan bagian tenggorokannya. Seseorang secara cenderung akan berusaha membasahi tenggorokannya saat berbohong dengan cara menelan ludah.
- Amatilah napasnya. Seorang pembohong cenderung bernapas lebih cepat, ditandai dengan serangkaian napas pendek yang diikuti dengan satu tarikan napas yang dalam.
- Perhatikan gerakan bagian-bagian tubuh lain seperti tangan, lengan, dan kaki.
Pada situasi yang tidak tertekan, orang cenderung nyaman dan mengambil ruang dengan cara membuka tangan dan lengan lebar-lebar. Bisa juga dengan membentangkan kaki dalam posisi yang nyaman. Pada orang yang sedang berbohong, gerakan-gerakan tubuh ini cenderung terbatas, kaku, dan dan diarahkan sendiri.


4. Mendeteksi Kebohongan Lewat Interogasi
- Berhati-hatilah. Meskipun mendeteksi ketidakjujuran dan kebohongan adalah sesuatu yang mungkin dilakukan, namun bisa saja terjadi salah penafsiran.
- Lihatlah masalah secara lebih luas.
- Luangkan waktu untuk membangun hubungan dengan orang yang diduga berbohong dan ciptakan atmosfir yang menenangkan.
- Membangun perilaku dasar. Perilaku dasar adalah bagaimana seseorang bersikap ketika ia tidak sedang berbohong. Hal ini akan membantu Anda mendapatkan petunjuk bahwa cara orang tersebut bersikap saat ini berbeda dengan sikapnya di hari-hari biasa.
- Belajarlah untuk mengamati penghindaran. Biasanya, ketika orang berbohong, ia akan bercerita tentang sesuatu yang benar, namun sengaja ditujukan untuk tidak menjawab pertanyaan Anda.
- Mintalah orang tersebut untuk mengulangi lagi ceritanya.
- Pandanglah orang yang diduga berbohong tersebut dengan pandangan tidak percaya.
Jika orang tersebut sedang berbohong, ia akan merasa tidak nyaman. Jika seseorang sedang berkata jujur, ia akan sering marah atau frustrasi (bibir mengatup, alis menurun, kelopak mata bagian atas tegang, dan menurunkan pandangannya).
- Manfaatkan kekosongan. Sangat sulit bagi seorang pembohong untuk menghindari kekosongan yang Anda ciptakan. Ia ingin Anda mempercayai kebohongannya; kekosongan tak memberikan umpan balik apakah Anda menerima ceritanya atau tidak.
- Lanjutkan penyelidikan.
Jika Anda memiliki strategi,selidiki fakta di balik apa yang dikatakan si pembohong. Seorang pembohong yang trampil akan memberi sejumlah alasan mengapa Anda tidak seharusnya berbicara pada orang yang dapat mengonfirmasi atau menyangkal cerita.


Tips : Pastikan Sobat Naiy sudah memiliki kesimpulan positif saat seseorang berbohong sebelum Anda mengungkapkan hal tersebut padanya. Anda tentu tidak ingin menghancurkan persahabatan/hubungan tanpa alasan.

Jika ingin lihat versi lengkapnya bisa dibaca di id.wikihow.com