Pentingnya Technopreneurship di Era Global
Diposting oleh :
naiys malik | Dirilis :
September 06, 2019 | Series :
Halo Sobat Naiy. Pernah mendengar kata "technopreneurship". Siapa sih yang merasa asing dengan kata itu. Apalagi sekarang ini kita berada di era global dimana hampir semua menggunakan teknologi-teknologi canggih. Technopreneurship sendiri adalah gabungan dari teknologi dan entrepreneur. Lalu, pentingnya technopreneurship itu apa sih? dan bagaimana kita mengembangkan jiwa technopreneurship? Yuk Simak beberapa ulasan di bawah ini.
Persaingan global semakin ketat di tengah derasnya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi di era global. Semua negara berlomba-lomba untuk
melahirkan invensi dan inovasi dengan memperkuat riset dan mutu pendidikan
tinggi. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi
menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di era global. Inovasi usaha harus
diiringi dengan berbagai macam rekayasa teknologi agar dapat melipatgandakan
performa dari usaha tersebut. Pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna dalam
pengembangan usaha yang berdasarkan pada jiwa entrepreneur yang mapan akan
dapat mengoptimalkan proses sekaligus hasil dari unit usaha yang dikembangkan.
Inilah yang disebut technopreneurship: sebuah kolaborasi antara
penerapan teknologi sebagai alat serta jiwa usaha mandiri sebagai kebutuhan.
Dari sini, tumbuhlah unit usaha yang teknologis: unit usaha yang memanfaatkan
teknologi aplikatif dalam proses inovasi, produksi, marketisasi, dan lain sebagainya.
Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika (Information
and Communication Technology–ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu
sarana dan prasarana utama untuk mengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi
telematika dikenal sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi (communication),
pengolahan (computing) dan informasi (information) yang
diseminasikan mempergunakan sarana multimedia. Saat ini hanya ada 3.1% entrepreneur
dari seluruh penduduk Indonesia, sedangkan standarnya untuk menjadi negara maju
membutuhkan 14% entrepreneur (Kompas, 5 April 2018). Jumlah wirausaha di
suatu negara kerap dianggap sebagai indikator kemajuan. Patokannya minimal 2%
dari jumlah penduduk harus berprofesi sebagai wirausaha. Beberapa negara di
Asia seperti Singapura, Taiwan dan Korea Selatan yang beberapa dekade lalu
memiliki tingkat kemakmuran yang sama dengan kita, sekarang sudah menjadi
negara Emerging Asia. Setelah dianalisa ternyata mereka memiliki jumlah
perkapita entrepreneur yang berada di atas rata-rata negara Asia yang
lain.
Di
banyak negara, perkembangan technopreneurship disebabkan oleh beberapa
hal;
Pertama, Pendidikan technopreneurship
dari dini. Pendidikan technopreneurship perlu digalakkan pada saat ini
karena problem sulitnya mencari lapangan kerja setelah lulus merupakan
salah satu masalah bangsa selain masih banyaknya jumlah penduduk yang berada di
bawah garis kemiskinan.
Kedua, memiliki kreativitas dan inovasi. Kreativitas adalah tindakan,
gagasan, atau produk yang mengubah domain yang ada, atau yang mengubah domain
yang sudah ada menjadi yang baru, dan orang kreatiflah yang pemikiran atau
tindakannya membawa perubahan ini. Inovasi adalah instrumen spesifik
kewirausahaan. Inovasi menciptakan sumber daya, kreatif dalam mengidentifikasi
kesenjangan di pasar dan memikirkan suatu produk, dan kreatif dalam mencari
cara untuk bekerja dalam usaha patungan. Perusahaan mencapai keunggulan
kompetitif melalui tindakan inovasi. Mereka memahami inovasi dalam arti luas
termasuk penggunaan teknologi dan cara baru dalam melakukan sesuatu (Porter,
1990).
Di
era modern, pengembangan teknologi akan sangat berpengaruh terhadap daya saing
suatu negara dalam kompetisi global. Inovasi teknologi yang terus menerus dan
tepat guna membutuhkan sebuah penguasaan kompetensi serta otoritas ilmiah dalam
implementasi teknologi tersebut. Pendidikan technopreneurship
menghasilkan individu-individu giat yang mandiri, bisnis yang sukses, pemimpin
industri, meningkatkan kemampuan untuk menciptakan kekayaan, menghasilkan juara
inovasi, dan mengarah ke peluang yang lebih besar dengan teknologi maju. Sistem
pendidikan memengaruhi basis pengetahuan, pencapaian keterampilan, kompetensi,
motivasi, kreativitas, inovasi, dan sikap yang menjadi dasar niat karier masa
depan. Durasi dan intensitas pendidikan technopreneurship harus
ditingkatkan untuk mencapai hasil maksimum maksimum, jika tidak, kursus
tambahan pendidikan technopreneurship perlu dipertimbangkan, terutama
dalam studi berbasis penelitian, jurnal, dan seminar. Pendidikan dan
pengembangan entrepreneurship maupun technopreneurship perlu
digalakkan pada saat ini karena problem sulitnya mencari lapangan kerja merupakan
salah satu masalah bangsa selain masih banyaknya jumlah penduduk yang berada di
bawah garis kemiskinan supaya kita bisa menjadi negara yang lebih maju dan yang
mampu bersaing di tingkat global.